Mencegah kekurangan makanan pada musim kemarau

http://justasimplethoughts.files.wordpress.com/2010/08/sayur.jpgNusa Tenggara bagian Timur (kepulauan indonesia bagian selatan) musim hujan berlangsung selama tiga bulan dan dan selebihnya selama sembilan bulan terjadi musim kemarau. Dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, kekurangan makanan telah menjadi cri khas musim kemarau karena pengaruh iklim dan kekurangan pengetahuan dan informasi oleh penduduk lokal yang sering mengakibatkan kegagalan panen.

Sebuah gagasan dari  community – Based Disaster Risk Management (CBDRM) diajukan pada tahun  2005 untuk mengangkat sebuah isu tentang kerentanan masyarakat  petani pedesaan. Gagasan tersebut mencoba meenciptakan sebuah sistem pengawasan keamanan makanan dan sumber mata pencaharian dengan tujuan mencegah kekurangan makanan.

Dengan bantuan NGO lokal dan perhimpunan masyarakat penaggulangan bencana[1], masyarakat telah mampu mengembangkan sistem peringatan dini tehadap makanan mereka sendiri.

Gagasan

Gagasan ini adalah tentang pembentukan sebuah  sistem pengawasan keamanan makanan dan suber mata pencaharian melalui penaggulangan bencana berbasis masyarakat (CBDRM)

Gagasan ini diajukan pada tahun  2005 setelah NGO yayasan pikul telah mengumpulan beberapa informasi tentang masyarakat yang beresiko terhadap kekurangan makanan. Gagasan ini masih sedang berlangsung selama 3-5 tahun program di Kabupaten Sikka (sebelah barat Timor Timur)

Hal ini di implementasikan oleh NGO yayasan Pikul dan perhimpunan masyarakat kupang untuk penanggulangan Bencana- dikenal dengan PMPB- Kupang, yang dukungannya di targetkan untuk petani lokal itu sendiri. Mereka beroperasi secara langsung di tingkat Kecamatan melalui pendekatan Participatory Risk Assesment (PRA)

Sasaran dan Tujuan

Nusa tenggara timur memiliki masa tiga bulan musim hujan dan sembilan bulan mussim kemarau. Dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, kekurangan makanan telah menjadi cri khas musim kemarau karena pengaruh iklim dan kekurangan pengetahuan dan informasi oleh penduduk lokal yang sering mengakibatkan kegagalan panen.

Oleh karena itu, sasaran utama dari proyek ini adalah untuk mencegah kekurangan makanan yang terjadi selama musim kemarau yang panjang. Seperti halnya, hasil yang diharapkan adalah pembentukan mekanisme pencegahan kekurangan makanan dan meningkatkan kemampuan masayarakat menghadapi musim kemarau

Tujuan utamanya adalah

1.      Kesadaran: meningkatkan kesadaran untuk mengembangkan masyarakat yang bisa mengembangkan indikatornya untuk mengawasi keamanan makanan dan sumber pencaharian.

2.      Sistem peringatan dini masyarakat : menyakinkan bahwa masyarakat mengembangkan sistem peringatan dininya untuk mempersiapkan akan kekurangan makanan.

3.      Advokasi : menganjurkan kepada pemerintah untuk tidakmemperkenalkan sistem pertanian yang tidak cocok dengan kondisi Nusa Tenggara Timur

 

 

Hasil dan Aktivitas

Komponen-komponen penting daripada gagasan ini adalah: (1) Participatory Risk Assessment (PRA); (2) perkumpulan masyarakat; (3) pembangunan kapasitas bagi petani lokal dengan mengirim untuk belajar di tempat lain; (4) bantuan dalam pengembangan sistem peringatan dini; dan (5) advokasi kepada pemerintah.

Hasil-hasil konkrit dan teruji dari pada gagasan ini sebagai berikut:

  • 13 petani lokal yang menjadi target telah mendapatkan kapasitas untuk mengelola lahan –lahan kering, sekarang mereka mempunyai sistem peringatan dini mereka sendiri dan mengetahui isu-isu yang berhubungan dengan pemerintah.
  • Sistem peringatan dini masyarakat telah di bentuk melalui pengembangan indikator pengawasan keamanan makanan dan sumber pencaharian memalui pendekatan participatory.

 

Latihan yang baik

Gagasan ini adalah sebuah latihan yang baik karena

  • Hal ini digagaskan oleh masyarakat itu sendiri untuk mencegah  gagal panen yang juga berasal dari pendekatan pertanian dari pulau jawa yang tidak cocok diterapkan didaerah yang yang rentan kemarau seperti Nusa Tenggara Timur
  • Hal ini menggabungkan pengetahuan dan mengembangkan mekanisme yang dapat membantu mencegah kekurangan makanan dan menciptakan masyarakat yang dapat bertahan di musim kemarau yang panjang.

 

Salah satu dari elemen yang inovatif dari gagasan ini adalah fakta bahwa ditempat itu pengembangan sistem peringatan dini telah dikembangkan menggunakan sebuah kombinasi ilmu pengetahuan modern dan dasar pengetahuan.

Salah satu kunci sukses dari gagasan ini adalah keterlibatan penduduk lokal atas dari kondisi pertanian mereka.

Pelajaran yang dipelajari

Sebuah pelajaran penting dari gagasan ini adalah bahwa penduduk lokal mempunyai kapasitas dasar, yang mereka butuhkan adalah sedikit kemampuan tambahan. Tantangan berikut ini ditemukan ketika gagasan ini diterapkan:

  • Semua aktivitas masih di danai oleh petani lokal. Walaupun kepercayaan diri terhadap kondisi keuangan dengan sendirinya akan menjadi suatu latihan yang baik, menyangga sebuah program dalam jangka waktu 4-5 tahun adalah suatu tantangan yang berat bagi petani yang berada pada resiko kekurangan makanan.
  • Sesuatu harus dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dengan NGO-NGO lain. Tentu saja, setiap NGO datang dengan pendekatan mereka masing-masing dan dengan pendekatan yang sangat bervariasi yang berujung dengan membuat bingung diantara para penerima manfaat dari proyek tersebut.

 

Potensi untuk perluasan program

Praktek ini sangat mudah untuk diperluas dalam masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang rendah dan tinggal di daerah yang rentan terjadinya musim kemarau yang panjang

Untuk mengembangkan gagasan yang serupa di area yang sama:

  • Perlu melakukan pendekatan dengan badan-badan pemerintah daerah dan membangun kerjasama dengan pemerintah dan NGO-NGO lokal. Sebenarnya, pemerintah tidak terlalu mendukung terhadap gagasan tersebut.
  • Perlu adanya kewaspadaan akan kegagalan panen yang juga dihubungkan dengan pertumbuhan penduduk, sebagaimana perubahan dari penghasilan dan pola konsumsi
  • Pengetahuan anggota masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk memungkinkan mereka lebih berpartisipasi dalam penaksiran keadaan lingkungan.

[1] Sebuah jaringan lokal dari NGO yang bergerak dibidang tanggap darurat keamanan makanan dan penaggulangan bencana

 

 

About Author

if you want me to describe myself, i only can try to describe it, i dont really know i am. it sounds weird, but no body can judge himself, but the other people can.. i am only the simple person, nice, kind, thinking positif,wow... i am flittering my self.. but it's ok, because there were no body flitter me..

Posted on April 4, 2011, in News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: